~ Jejak Risalah ~
23 Tahun lamanya Muhammad saw menyampaikan Risalahny, mewujudkan kaidah-kaidah itu ditengah-tengah kekuatan jiwanya, dengan contoh dan teladan, dengan amal dan jihadnya, dalam suka dan duka sampai risalahnya tumbuh terwujud pada pribadi-pribadi mereka yang menerimanaya.
Risalah Muhammad saw membina pribadi, mencetak umat yang mempunyai corak dan tujuan hidup. Hidup yang berisikan amal yang shaleh, pancaran iman, kedua kakinya terpancang dibumi dan jiwanya menjangkau ke langit.
Ada sebuah cerita mengenai Risalah beliau yang membekas pada pribadi manusia saat itu.
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Dinar, bahwa pada suatu hari dia berjalan dengan khalifah Umar bin khotob ra dari Madinah menuju Mekkah. Di perjalanan mereka berjumpa dengan seorang anak penggembala yang sedang turun dari tempat penggembalaannya dengan kambing-kambing yang banyak. Khalifah ingin menguji sampai dimana anak gembala tersebut bersifat amanah. Antara keduanya terjadi percakapan sebagai berikut :
Khalifah : "Wahai penggembala, juallah kepadaku seekor anak kambing dari ternakmu ini"
Gembala : "Aku ini hanya seorang budak"
Khalifah : "Katakanlah saja nanti kepada tuanmu, anak kambing itu telah dimakan serigala"
Gembala : "Fa ainallah?" "Kalau begitu dimana Allah ?"
sangat pendek jawabannya hanya sekedar "Dimana Allah", bagi khalifah Umar dan umumnya jamaah muslim dikala itu pertanyaan sependek itu sudah cukup untuk menggugah dhamir, meremang bulu badan.
"Fa ainallah?" ini sudah cukup memancing ingatan mereka kepada jawaban :
"...........Dan Dia (Allah) beserta kamu dimanapun kamu berada, dan melihat apa yang kamu kerjakan." (Al-Hadid ayat 4)
"Tidaklah ia ketahui, bahwasanya Allah melihat." (Al-Alaq ayat 14)
Seakan anak gembala itu berkata, "Memang, tuan saya memilki ternak ini, bisa saja saya menipu, dan dia tidak melihat apa yang saya lakukan disini tetapi bagaimana saya akan menipu Allah?!Bulkankah Allah melihat apa-apa yang saya perbuat!Malah Dia mengetahui apa yang tersirat dalam hati seseorang dimanapun dia berada.
Tidaklah heran jika waktu itu khalifah Umar bercucuran air matanya lantaran terharu. Lalu Khlaifah Umar pergi memerdekakan anak tersebut kepada tuannya.
Demikianlah jejak risalah pada jiwa pribadi jemaah. Bagaimana dengan kita apakah Risalah beliau menjejak dihati anda sekalian?
~ Perindu Cahaya Illahi Love Perindu Jalan Lurus~
Halaman
♥ Salam Ukhuwah Islamiyah ♥
♥ Salam Ukhuwah Islamiyah ♥♥ Salam Ukhuwah Islamiyah ♥♥ Salam Ukhuwah Islamiyah ♥♥ Salam Ukhuwah Islamiyah ♥
Minggu, 10 Juni 2012
Sabtu, 09 Juni 2012
My Puisi 2 ^_^
Aku menulis perjalanan hidupku...
berdiri memandang dengan kedua kain putih di bahuku...
Aku titipkan salam di ujung kerinduanku padaMu wahai Rabb-ku..
Illahi...sucikan qalbuku, jagalah aku...
Biarkan catatanku terbang menghampiriMu...
Sudahkah aku tahu perjuangan Rasulullah untuk umatMu?
Beliau kini berada dekat denganMu...
Aku titipkan salam di ujung kerinduanku pada Rasul-ku....
Yaa Allah...syairku bukan untuk bacaan manusia..
Syairku bukan untuk di ekspresikan manusia dalam pentas sandiwaranya....
Puisiku gambaran hatiku yang merindukan Tuhan-ku...
Kadang terselip kemunafikan dalam catatanku
Kebecian, amarah, prasangka dan kesombongan!
Semua menghiasi gambaran kehidupanku kelak di hadapanMu
Malu hati ini..
Kemana akan aku bawa wajahku, sanggupkah aku melihatMu dalam lumuran dosa dalam hidupku...
Malu diri ini...
Menggapai RidhoMu dengan jalan yang tidak ku tempuh sesuai petunjuk kasih sayangMu...
Oh Tuhan...baju tipisku ini kenapa Engkau lipat, amalku kenapa Engkau lipat...
Sadarkah aku akan Ilmu yang ku dapat, aku takut ketika aku teringat...Allah menamparkan amalan yang senang mengumbar aurat, Allah menamparkan amalan karena keriyaanku....
Allah...ampunilah aku, berikanlah aku rahmatMu...
TanpaMu perjalanan ini kosong tidak berarah...
Lembaran goresan tinta ini tidak akan pernah sampai kepadaMu..
Lembaran ini hanya akan sampai pada manusia yang rakus akan dunia...
Aku tidak mau Yaa Rabbi!
Aku tidak mau mereka yang membacanya!
Kami hidup terus berpura-pura, karena kami menganggap hidup itu adalah seni dan budaya
Padahal ini sungguh nyata, bukan budaya dan hanya teater belaka.
Dunia ini asli dipijak, langit itu asli di junjung
Akhirat itu pasti akan ada..
Kiamat itu pasti datang tak terduga...
Minta maaf sudah tak lagi berguna, taubat semua sia-sia
Mengapa kami harus hidup dalam kepura-puraan?
Mengapa kami mengenal Al-Quran tanpa pengamalan?
Kenapa kami memahami Al-Quran dengan akal bulus kami sendiri?
Kami menipu saudara kami, agar tercapai kehendak kami.
Kami biarkan mereka tersesat karena kefasikan kami.
Kami biarkan mereka menderita dibawah kekeliruan kami.
Wahai Allah...
Aku masih menulis kehidupanku di lembaran putihMu...
Tinta apakah yang akan ku tuang, semua terserah padaku..
Merah, hitam, emas semua kembali untukku..
Rabbi...titipkanlah salamku untuk mukmin di syurgaMu...
Aku ingin bertemu dengan saudaraku, dengan perjuangan amal..
Berusaha menggapai ridhoMu, berusaha agar kebaikan menyertaiku dan orang-orang terdekatku...
Alhamdulillah Yaa Allah, Tunjukilah aku jalan lurusMu....
Aamiin Yaa Rabbal'alamiin...........
berdiri memandang dengan kedua kain putih di bahuku...
Aku titipkan salam di ujung kerinduanku padaMu wahai Rabb-ku..
Illahi...sucikan qalbuku, jagalah aku...
Biarkan catatanku terbang menghampiriMu...
Sudahkah aku tahu perjuangan Rasulullah untuk umatMu?
Beliau kini berada dekat denganMu...
Aku titipkan salam di ujung kerinduanku pada Rasul-ku....
Yaa Allah...syairku bukan untuk bacaan manusia..
Syairku bukan untuk di ekspresikan manusia dalam pentas sandiwaranya....
Puisiku gambaran hatiku yang merindukan Tuhan-ku...
Kadang terselip kemunafikan dalam catatanku
Kebecian, amarah, prasangka dan kesombongan!
Semua menghiasi gambaran kehidupanku kelak di hadapanMu
Malu hati ini..
Kemana akan aku bawa wajahku, sanggupkah aku melihatMu dalam lumuran dosa dalam hidupku...
Malu diri ini...
Menggapai RidhoMu dengan jalan yang tidak ku tempuh sesuai petunjuk kasih sayangMu...
Oh Tuhan...baju tipisku ini kenapa Engkau lipat, amalku kenapa Engkau lipat...
Sadarkah aku akan Ilmu yang ku dapat, aku takut ketika aku teringat...Allah menamparkan amalan yang senang mengumbar aurat, Allah menamparkan amalan karena keriyaanku....
Allah...ampunilah aku, berikanlah aku rahmatMu...
TanpaMu perjalanan ini kosong tidak berarah...
Lembaran goresan tinta ini tidak akan pernah sampai kepadaMu..
Lembaran ini hanya akan sampai pada manusia yang rakus akan dunia...
Aku tidak mau Yaa Rabbi!
Aku tidak mau mereka yang membacanya!
Kami hidup terus berpura-pura, karena kami menganggap hidup itu adalah seni dan budaya
Padahal ini sungguh nyata, bukan budaya dan hanya teater belaka.
Dunia ini asli dipijak, langit itu asli di junjung
Akhirat itu pasti akan ada..
Kiamat itu pasti datang tak terduga...
Minta maaf sudah tak lagi berguna, taubat semua sia-sia
Mengapa kami harus hidup dalam kepura-puraan?
Mengapa kami mengenal Al-Quran tanpa pengamalan?
Kenapa kami memahami Al-Quran dengan akal bulus kami sendiri?
Kami menipu saudara kami, agar tercapai kehendak kami.
Kami biarkan mereka tersesat karena kefasikan kami.
Kami biarkan mereka menderita dibawah kekeliruan kami.
Wahai Allah...
Aku masih menulis kehidupanku di lembaran putihMu...
Tinta apakah yang akan ku tuang, semua terserah padaku..
Merah, hitam, emas semua kembali untukku..
Rabbi...titipkanlah salamku untuk mukmin di syurgaMu...
Aku ingin bertemu dengan saudaraku, dengan perjuangan amal..
Berusaha menggapai ridhoMu, berusaha agar kebaikan menyertaiku dan orang-orang terdekatku...
Alhamdulillah Yaa Allah, Tunjukilah aku jalan lurusMu....
Aamiin Yaa Rabbal'alamiin...........
My Puisi ^_^
Ya Allah.....
Cintaku benarlah hanya untukMu
Aku ingin berusaha menggapai cinta dan kasihMu
Maka tuntunlah jalanku yang kelam nan hitam ini
menuju keridhoanMu
Ya Rasulullah..
Benarlah dirimu panutan dalam hidupku
Aku ingin bershalawat dan mengikuti sunnahmu
Maka pandanglah aku kelak sebagai ummatmu
Ya habibi Ya Muhammad..
Ya Khalifatu Rasyidin....
Sahabat Nabiyullah yang gagah perkasa
Aku ingin memanjatkan doa pada kalian wahai Waliyullah
Senantiasalah berada dalam rahmatNya
Rangkulah aku pada barisan-barisan kalian
Jadikan aku orang yang membenarkan
Sebagaimana Abu Baqar membenarkan Al-Isra wal Mi'raj
Jadikan aku orang yang pemberani
Sebagaimana Umar menyatakan keislamannya bahwa,
"Aku tidak masuk Islam, namun Islam lah yang lebih dahulu masuk kedalam qolbuku"
Jadikanlah aku orang yang lembut
Sebagaimana Utsman
Jadikan aku orang yang bijaksana
Sebagaimana Ali
Jadikan aku orang yang mampu mensejahterakan
Sebagaimana Umar bin Abdul Aziz
Ya Allah....
Jadikanlah mimbar shalatku sama bercahayanya
Sebagaimana mimbar Fatimah Az-zahra ketika shalat
Ya Allah....
Cahaya IllahMu selalu merasuk ke Qolbuku
Menyemaikan benih-benih kebenaran
Menumbuhkan keikhlasan dan ketulusan...
Ya Allah..
Aku ingin seperti Rabiah Al-Adawiyah
MencintaiMu bukan berdasar surga dan neraka
Ta'at kepadaMu bukan berdasarkan kewajiban
MenyembahMu itulah keinginan
Jauh lebih dalam dari sekedar sebuah keinginan
Inilah panggilan jiwa...
Jiwa yang entah sekian lama menyanyikan dawai-dawai kerinduan
Untuk bertemu denganMu
Jiwa yang rindu pada Pemiliknya
Jiwa yang Rindu pada penciptanya
Ruhaniku selalu memanggilMu..Ya Rabb..Ya Rabb...
Berikanlah kasih sayangMu pada Umi dan Abi
Muliakanlah mereka dan ampunilah mereka
Karena sungguh ku menyayangi perantaraMu
Perantara untuk mengawali perkenalanku pada penciptaku
Ya Allah......
Aku ingin dia menjadi jalan untukku
Menyempurnakan separo imanku
Jadikan dia imamku di dunia
Jadikan dia imamku di akhirat
Baiti' jannati tercipta di antara kami
Aku membutuhkannya untuk ta'at padaMu
Agar diriku mengenal cinta, cinta yang hakikinya ku serahkan hanya padaMu Ya Rabb
Ya Allah,,
Berapa kata yang mesti ku tulis
Inilah batinku, inilah suratku untukMu
Tuhanku, Allah, Allah, Allah
Cintaku benarlah hanya untukMu
Aku ingin berusaha menggapai cinta dan kasihMu
Maka tuntunlah jalanku yang kelam nan hitam ini
menuju keridhoanMu
Ya Rasulullah..
Benarlah dirimu panutan dalam hidupku
Aku ingin bershalawat dan mengikuti sunnahmu
Maka pandanglah aku kelak sebagai ummatmu
Ya habibi Ya Muhammad..
Ya Khalifatu Rasyidin....
Sahabat Nabiyullah yang gagah perkasa
Aku ingin memanjatkan doa pada kalian wahai Waliyullah
Senantiasalah berada dalam rahmatNya
Rangkulah aku pada barisan-barisan kalian
Jadikan aku orang yang membenarkan
Sebagaimana Abu Baqar membenarkan Al-Isra wal Mi'raj
Jadikan aku orang yang pemberani
Sebagaimana Umar menyatakan keislamannya bahwa,
"Aku tidak masuk Islam, namun Islam lah yang lebih dahulu masuk kedalam qolbuku"
Jadikanlah aku orang yang lembut
Sebagaimana Utsman
Jadikan aku orang yang bijaksana
Sebagaimana Ali
Jadikan aku orang yang mampu mensejahterakan
Sebagaimana Umar bin Abdul Aziz
Ya Allah....
Jadikanlah mimbar shalatku sama bercahayanya
Sebagaimana mimbar Fatimah Az-zahra ketika shalat
Ya Allah....
Cahaya IllahMu selalu merasuk ke Qolbuku
Menyemaikan benih-benih kebenaran
Menumbuhkan keikhlasan dan ketulusan...
Ya Allah..
Aku ingin seperti Rabiah Al-Adawiyah
MencintaiMu bukan berdasar surga dan neraka
Ta'at kepadaMu bukan berdasarkan kewajiban
MenyembahMu itulah keinginan
Jauh lebih dalam dari sekedar sebuah keinginan
Inilah panggilan jiwa...
Jiwa yang entah sekian lama menyanyikan dawai-dawai kerinduan
Untuk bertemu denganMu
Jiwa yang rindu pada Pemiliknya
Jiwa yang Rindu pada penciptanya
Ruhaniku selalu memanggilMu..Ya Rabb..Ya Rabb...
Berikanlah kasih sayangMu pada Umi dan Abi
Muliakanlah mereka dan ampunilah mereka
Karena sungguh ku menyayangi perantaraMu
Perantara untuk mengawali perkenalanku pada penciptaku
Ya Allah......
Aku ingin dia menjadi jalan untukku
Menyempurnakan separo imanku
Jadikan dia imamku di dunia
Jadikan dia imamku di akhirat
Baiti' jannati tercipta di antara kami
Aku membutuhkannya untuk ta'at padaMu
Agar diriku mengenal cinta, cinta yang hakikinya ku serahkan hanya padaMu Ya Rabb
Ya Allah,,
Berapa kata yang mesti ku tulis
Inilah batinku, inilah suratku untukMu
Tuhanku, Allah, Allah, Allah
Kisah Inspirasi Akhwat Muslimah
~ Kekuatan syukur seorang Kakak ~
Assalamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh....
Ini adalah cerita nyata dari sosok seorang kakak.
Aku seorang wanita yang terlahir dari keluarga yang tidak berada, ayah dan ibuku sudah tua renta namun mereka tetap berusaha menyekolahkanku hingga aku sekarang di tingkat SMA. Bagiku hidupku terfokus hanya untuk keluarga dan adik-adikku yang banyak.
Aku membantu ekonomi keluarga dengan jalan menjadi pengajar anak-anak di waktu yang senggang, Alhamdulillah dari hasilku itu aku bisa membantu ayah dan ibuku meringankan beban mereka meskipun hanya untuk jajan aku dan adik-adikku.
Aku tidak merasa gengsi ataupun malu, melihat teman-temanku disekolah yang sibuk hanya kepada urusan pribadi dan mode, bagiku apalah artinya mode atau pergaulan hal semacam itu. Aku hanya ingin mengejar cita-citaku untuk keluargaku.
Aku berdoa kepada Allah swt, jikalau ini memang takdirku maka kemanapun aku berada di bawah bumi ini tetaplah takdir itu akan menemukanku. Tetapi aku hanya ingin merubah nasibku, aku tidak akan menyalahkan siapapun. Aku hanya akan banyak merenungi setiap kejadian yang menimpaku agar menjadi hikmah dikemudian hari.
Aku pernah di ajak makan semangkok baso itupun traktiran temanku. Saat ku pandang makanan itu aku teringat adik-adikku dirumah yang tidak bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini. tidak seperti kebanyakan orang yang makan direstoran dengan makanan rumpah ruah serta hidangannya dengan rakus tanpa memikirkan oranglain hingga menyisakannya, katanya hidup yang penting mangan wareg. Aku makan baso itu hanya mienya saja. Aku meminta plastik cepat-cepat kepada tukang baso untuk memasukkan baso dan kuahnya sebelum temanku tahu, aku tidak mau merepotkan temanku itu.
Sepulangnya aku membagi nya kepada adik-adikku, bahagia rasanya. Aku bersyukur pada Allah telah memberikan rezeki untukku dan adik-adikku. Aku juga pernah berbohong baerkata aku sedang puasa ketika diajak membeli es campur. Kemudian temanku berkata aku boleh membungkusnya ke rumah. Itulah yang kuharapkan karena aku ingin ingin memberikannya kepada adik-adikku. Apakah aku salah Wahai Allah? membohongi teman terbaikku itu? aku lakukan semua itu demi membahagiakan adik-adikku dirumah dan aku tidak mau temanku tahu. Cukuplah aku dan Engkau wahai Tuhanku yang tahu...
Alhamdulillah aku berprestasi di sekolah, aku bersyukur Allah memberikan kelebihan padaku. Aku akan memanfaatkan semua ini untuk berbakti kepada orangtuaku. Meskipun aku tahu jika seorang wanita tempatnya sumur, dapur dan kasur, aku tidak menolak takdir Allah seperti itu tetapi aku ingin sedikit-demi sedikit merubah nasib keluargaku mungkin saat ini saja.
Terima Kasih Yaa Allah, aku bersyukur padaMu. Bukti keistiqomahanku kini aku mempunyai cucu dan anak-anak dan melihat mereka bahagia. Juga kepada adik-adikku yang sukses disana jangan lupakan kakakmu meskipun kakakmu ini sudah berkeriput.
~ Curhatan Seorang nenek ~
Subhanallah, betapa hebatnya nenek tersebut tidak menyia-nyiakan waktu hidupnya dengan percuma dan dengan hal-hal yang tidak berguna. Ini adalah kisah nyata yang diterima oleh ~ Perindu cahaya Ilahi Love Perindu Jalan Lurus ~ Tafakkurkan...
Wassalam...
Assalamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh....
Ini adalah cerita nyata dari sosok seorang kakak.
Aku seorang wanita yang terlahir dari keluarga yang tidak berada, ayah dan ibuku sudah tua renta namun mereka tetap berusaha menyekolahkanku hingga aku sekarang di tingkat SMA. Bagiku hidupku terfokus hanya untuk keluarga dan adik-adikku yang banyak.
Aku membantu ekonomi keluarga dengan jalan menjadi pengajar anak-anak di waktu yang senggang, Alhamdulillah dari hasilku itu aku bisa membantu ayah dan ibuku meringankan beban mereka meskipun hanya untuk jajan aku dan adik-adikku.
Aku tidak merasa gengsi ataupun malu, melihat teman-temanku disekolah yang sibuk hanya kepada urusan pribadi dan mode, bagiku apalah artinya mode atau pergaulan hal semacam itu. Aku hanya ingin mengejar cita-citaku untuk keluargaku.
Aku berdoa kepada Allah swt, jikalau ini memang takdirku maka kemanapun aku berada di bawah bumi ini tetaplah takdir itu akan menemukanku. Tetapi aku hanya ingin merubah nasibku, aku tidak akan menyalahkan siapapun. Aku hanya akan banyak merenungi setiap kejadian yang menimpaku agar menjadi hikmah dikemudian hari.
Aku pernah di ajak makan semangkok baso itupun traktiran temanku. Saat ku pandang makanan itu aku teringat adik-adikku dirumah yang tidak bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini. tidak seperti kebanyakan orang yang makan direstoran dengan makanan rumpah ruah serta hidangannya dengan rakus tanpa memikirkan oranglain hingga menyisakannya, katanya hidup yang penting mangan wareg. Aku makan baso itu hanya mienya saja. Aku meminta plastik cepat-cepat kepada tukang baso untuk memasukkan baso dan kuahnya sebelum temanku tahu, aku tidak mau merepotkan temanku itu.
Sepulangnya aku membagi nya kepada adik-adikku, bahagia rasanya. Aku bersyukur pada Allah telah memberikan rezeki untukku dan adik-adikku. Aku juga pernah berbohong baerkata aku sedang puasa ketika diajak membeli es campur. Kemudian temanku berkata aku boleh membungkusnya ke rumah. Itulah yang kuharapkan karena aku ingin ingin memberikannya kepada adik-adikku. Apakah aku salah Wahai Allah? membohongi teman terbaikku itu? aku lakukan semua itu demi membahagiakan adik-adikku dirumah dan aku tidak mau temanku tahu. Cukuplah aku dan Engkau wahai Tuhanku yang tahu...
Alhamdulillah aku berprestasi di sekolah, aku bersyukur Allah memberikan kelebihan padaku. Aku akan memanfaatkan semua ini untuk berbakti kepada orangtuaku. Meskipun aku tahu jika seorang wanita tempatnya sumur, dapur dan kasur, aku tidak menolak takdir Allah seperti itu tetapi aku ingin sedikit-demi sedikit merubah nasib keluargaku mungkin saat ini saja.
Terima Kasih Yaa Allah, aku bersyukur padaMu. Bukti keistiqomahanku kini aku mempunyai cucu dan anak-anak dan melihat mereka bahagia. Juga kepada adik-adikku yang sukses disana jangan lupakan kakakmu meskipun kakakmu ini sudah berkeriput.
~ Curhatan Seorang nenek ~
Subhanallah, betapa hebatnya nenek tersebut tidak menyia-nyiakan waktu hidupnya dengan percuma dan dengan hal-hal yang tidak berguna. Ini adalah kisah nyata yang diterima oleh ~ Perindu cahaya Ilahi Love Perindu Jalan Lurus ~ Tafakkurkan...
Wassalam...
~ TAKUT KEPADA ALLAH ~
~ TAKUT KEPADA ALLAH ~
Yaquulullaahu ta'alaa yaumil Qiyamah :
"Keluarkanlah dari neraka orang-orang yang pernah ingat pada suatu saat kepada-Ku atau orang yang pernah merasa takut kepada-Ku dalam kedudukan apapun." (HQR. Turmudzi yang bersumber dari Anas ra).
Pada hari kiamat orang-orang akan ditempatkan sesuai dengan amalannya masing-masing di surga atau neraka. Allah memerintahkan kepada malaikat Zabaniah untuk mengeluarkan dari neraka hamba-Nya yang pernah beriman dan percaya kepada Allah swt sebagai Tuhan Yang Maha Esa, atau mentauhidkan-Nya tetapi mereka mencampurkan amal sholeh dengan perbuata maksiat. Mereka berhak dijebloskan ke dalam neraka dahulu sebagai hukuman kepada mereka dari kotoran dosa. Setelah mereka suci dan bersih berulah mereka dikeluarkan dari neraka dan kemudian dimasukkan ke dalam surga. Dikeluarkan dari api neraka ini dapat dilakukan atas syafa'at bagi orang yang di izinkan oleh Allah swt atau karena pengampunan umum-Nya.
Yang dimaksud ingat (dzikir) disini ialah ingat dengan ikhlas dan niat yang benar dalam meng-Esakan Allah swt yang dilakukan oleh seorang mu'min. Sedangkan ingatnya seorang kafir dan kaum musyrikin pada Allah swt dengan lisannya saja. Perhatikan sabda Nabi Muhammad saw :
"Barangsiapa yang mengucapkan : "La Illaha Ilallah" dengan ikhlas dari hatinya, niscaya ia masuk surga." (Al-Hadits)
Yang dimaksud dengan khauf adalah menahan nafsu dan semua anggota badannya dari perbuatan maksiat dengan penuh ketaatan. Takut tanpa menahan nafsu dari perbuatan maksiat tidak termasuk dalam pengertian hadits Qudsi diatas. Selanjutnya ayat-ayat Al-Quran yang berhubungan dengan khauf (takut) kepada Allah dan azab-Nya lebih dari dua puluh ayat di antaranya :
"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabb-Nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya sesungguhnya surgalah tempat kembali(nya)." (Qs, An-Naziat 40-41)
"Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syetan yang menakut-nakuti dengan pengikut-pengikutnya (kepada kalian). Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kalian benar-benar orang yang beriman." (Qs. Ali-Imran 175)
"Mereka takut kepada Rabb-nya yang berkuasa atas mereka dan melaksanakan yang diperintahkan (kepada mereka)." (Qs. An-Nahl 50).
Semoga Allah memberi taufiq kepada kita untuk berdzikir dan hanya takut kepada Allah swt saja. Insya Allah Aamiin Yaa rabbal 'alamiin....
♥ ~Perindu Cahaya Illahi Love Perindu Jalan Lurus~ ♥
Yaquulullaahu ta'alaa yaumil Qiyamah :
"Keluarkanlah dari neraka orang-orang yang pernah ingat pada suatu saat kepada-Ku atau orang yang pernah merasa takut kepada-Ku dalam kedudukan apapun." (HQR. Turmudzi yang bersumber dari Anas ra).
Pada hari kiamat orang-orang akan ditempatkan sesuai dengan amalannya masing-masing di surga atau neraka. Allah memerintahkan kepada malaikat Zabaniah untuk mengeluarkan dari neraka hamba-Nya yang pernah beriman dan percaya kepada Allah swt sebagai Tuhan Yang Maha Esa, atau mentauhidkan-Nya tetapi mereka mencampurkan amal sholeh dengan perbuata maksiat. Mereka berhak dijebloskan ke dalam neraka dahulu sebagai hukuman kepada mereka dari kotoran dosa. Setelah mereka suci dan bersih berulah mereka dikeluarkan dari neraka dan kemudian dimasukkan ke dalam surga. Dikeluarkan dari api neraka ini dapat dilakukan atas syafa'at bagi orang yang di izinkan oleh Allah swt atau karena pengampunan umum-Nya.
Yang dimaksud ingat (dzikir) disini ialah ingat dengan ikhlas dan niat yang benar dalam meng-Esakan Allah swt yang dilakukan oleh seorang mu'min. Sedangkan ingatnya seorang kafir dan kaum musyrikin pada Allah swt dengan lisannya saja. Perhatikan sabda Nabi Muhammad saw :
"Barangsiapa yang mengucapkan : "La Illaha Ilallah" dengan ikhlas dari hatinya, niscaya ia masuk surga." (Al-Hadits)
Yang dimaksud dengan khauf adalah menahan nafsu dan semua anggota badannya dari perbuatan maksiat dengan penuh ketaatan. Takut tanpa menahan nafsu dari perbuatan maksiat tidak termasuk dalam pengertian hadits Qudsi diatas. Selanjutnya ayat-ayat Al-Quran yang berhubungan dengan khauf (takut) kepada Allah dan azab-Nya lebih dari dua puluh ayat di antaranya :
"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabb-Nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya sesungguhnya surgalah tempat kembali(nya)." (Qs, An-Naziat 40-41)
"Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syetan yang menakut-nakuti dengan pengikut-pengikutnya (kepada kalian). Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kalian benar-benar orang yang beriman." (Qs. Ali-Imran 175)
"Mereka takut kepada Rabb-nya yang berkuasa atas mereka dan melaksanakan yang diperintahkan (kepada mereka)." (Qs. An-Nahl 50).
Semoga Allah memberi taufiq kepada kita untuk berdzikir dan hanya takut kepada Allah swt saja. Insya Allah Aamiin Yaa rabbal 'alamiin....
♥ ~Perindu Cahaya Illahi Love Perindu Jalan Lurus~ ♥
~TANGISAN ANAK ZINA~
~TANGISAN ANAK ZINA~
Assalamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh....
Ayah dan Ibu/Calon Ayah dan Ibuku....bacalah dan tafakkurkan....
"Anak zina itu menyimpan tiga keburukan" (HR Ahmad dan Daud)
Sebagian ulama menjelaskan, maksudnya dia buruk dari asal-usul dan unsur pembentukan, garis nasab, dan kelahirannya.
Dalam konteks inilah Allah menepis potensi negatif dari pribadi Maryam dengan firman-Nya :
"Ayahmu sekali-kali bukanlah seorang penjahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina" (Maryam : 28)
Walaupun demikian adanya, dia tidak dibebani dosa kedua orangtuanya. Sebagaimana Firman-Nya :
"Dan seorang yang berodsa tidak akan memikul dosa orang lain" (Al-An'am : 164)
Pada prinsipnya, dosa dan sanksi zina di dunia dan akhirat hanya ditanggung oleh orangtuanya. Tetapi dikhawatirkan sifat bawaan orangtua akan terwarisi dan membawa kepada keburukan dan kerusakan. Namun kadangkala Allah swt akan memperbaikinya untuk menjadi manusia yang baik dan bertakwa. Wallohu 'alam...
Meskipun pernikahan di anggap sah, tetapi pernikahan tersebut tidak membawa perubahan pada status anak yang dikandungnya, artinya anak tersebut tidak dinasabkan kepada Ayahnya tetapi dinasabkan kepada ibunya. Karena semua mahzab yang empat (Imam hanafi, maliki, Syafi'i dan Hambali) telah sepakat bahwa anak hasil zina tidak memiliki nasab dari pihak laki-laki meskipun laki-laki tersebut mengakui bahwa ank tersebut hasil dari perbuatannya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW :
"Anak itu bagi (pemilik firasy dan bagi laki-laki pezina adalah batu (kerugian dan penyesalan)" (Al-Mabsuth 17/154, asy syarhul kabir 3/412, Al Kharsyi 6/101, Al Qawanin hal : 338, dan Ar Raudlah dikutip dari Taisiril Fiqh 2/828)-(Hadits Riwayat Bukhori wal Muslim)
firasy adalah tempat tidur dan disini maksudnya adalah wanita yang telah digauli suaminya/tuannya/ sedangkan makna hadits tersebut yakni anak itu dinasabkan kepada pemilik firasy namun karena si pezina maka anaknya tidak di nasabkan kepadanya dan dia hanya mendapatkan kekecewaan dan penyesalan. (taudlihul ahkam 5/103)
Bila anak itu perempuan dan dikala dewasa ingin menikah maka walinya adalah wali hakim, karena dia tidak memiliki wali.
Rasulullah bersabda :" Maka sulthan (pihak yang berwenang) adalah wali bagi orang yang tidak memiliki wali?" (Hadits hasan riwayat asy-syafi'i, Ahmad, Abu daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Taubatan nasuha...Taubatan Nasuha...Taubatan nasuha,,,
Bagaimana jika mereka adalah kita dan mereka adalah anak kita?
Naudzubillah...jangan dekati zina wahai Para perindu cahaya illahi..
Mari kita meminta petunjuk Jalan Lurus-Nya agar kita tidak menyesal dikemudian hari? Sudah benarkah kita berada di jalan LurusNya?
Wallohu 'alam....
♥ ~Perindu Cahaya Illahi Love Perindu Jalan Lurus~ ♥
Assalamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh....
Ayah dan Ibu/Calon Ayah dan Ibuku....bacalah dan tafakkurkan....
"Anak zina itu menyimpan tiga keburukan" (HR Ahmad dan Daud)
Sebagian ulama menjelaskan, maksudnya dia buruk dari asal-usul dan unsur pembentukan, garis nasab, dan kelahirannya.
Dalam konteks inilah Allah menepis potensi negatif dari pribadi Maryam dengan firman-Nya :
"Ayahmu sekali-kali bukanlah seorang penjahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina" (Maryam : 28)
Walaupun demikian adanya, dia tidak dibebani dosa kedua orangtuanya. Sebagaimana Firman-Nya :
"Dan seorang yang berodsa tidak akan memikul dosa orang lain" (Al-An'am : 164)
Pada prinsipnya, dosa dan sanksi zina di dunia dan akhirat hanya ditanggung oleh orangtuanya. Tetapi dikhawatirkan sifat bawaan orangtua akan terwarisi dan membawa kepada keburukan dan kerusakan. Namun kadangkala Allah swt akan memperbaikinya untuk menjadi manusia yang baik dan bertakwa. Wallohu 'alam...
Meskipun pernikahan di anggap sah, tetapi pernikahan tersebut tidak membawa perubahan pada status anak yang dikandungnya, artinya anak tersebut tidak dinasabkan kepada Ayahnya tetapi dinasabkan kepada ibunya. Karena semua mahzab yang empat (Imam hanafi, maliki, Syafi'i dan Hambali) telah sepakat bahwa anak hasil zina tidak memiliki nasab dari pihak laki-laki meskipun laki-laki tersebut mengakui bahwa ank tersebut hasil dari perbuatannya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW :
"Anak itu bagi (pemilik firasy dan bagi laki-laki pezina adalah batu (kerugian dan penyesalan)" (Al-Mabsuth 17/154, asy syarhul kabir 3/412, Al Kharsyi 6/101, Al Qawanin hal : 338, dan Ar Raudlah dikutip dari Taisiril Fiqh 2/828)-(Hadits Riwayat Bukhori wal Muslim)
firasy adalah tempat tidur dan disini maksudnya adalah wanita yang telah digauli suaminya/tuannya/ sedangkan makna hadits tersebut yakni anak itu dinasabkan kepada pemilik firasy namun karena si pezina maka anaknya tidak di nasabkan kepadanya dan dia hanya mendapatkan kekecewaan dan penyesalan. (taudlihul ahkam 5/103)
Bila anak itu perempuan dan dikala dewasa ingin menikah maka walinya adalah wali hakim, karena dia tidak memiliki wali.
Rasulullah bersabda :" Maka sulthan (pihak yang berwenang) adalah wali bagi orang yang tidak memiliki wali?" (Hadits hasan riwayat asy-syafi'i, Ahmad, Abu daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Taubatan nasuha...Taubatan Nasuha...Taubatan nasuha,,,
Bagaimana jika mereka adalah kita dan mereka adalah anak kita?
Naudzubillah...jangan dekati zina wahai Para perindu cahaya illahi..
Mari kita meminta petunjuk Jalan Lurus-Nya agar kita tidak menyesal dikemudian hari? Sudah benarkah kita berada di jalan LurusNya?
Wallohu 'alam....
♥ ~Perindu Cahaya Illahi Love Perindu Jalan Lurus~ ♥
♥ Jumpai aku Yaa Rasulullah hanya sebentar saja ♥
~ Jumpai aku Yaa Rasulullah hanya sebentar saja ~
Dimanakah ini wahai diriku ? mengapa matahari begitu dekat denganku?
Mengapa semua manusia berkumpul di tempat ini....
Panas, haus...haus sekali....
Apakah ini padang Mahsyar? Yaa Allah...inikah kiranya janji yang telah engkau buktikan.....
Tubuhku menggigil ketakutan, keringat dingin menjalar keseluruh tubuhku...Yaa Allah api apa itu menyala nyala di depanku, aku takut yaa Allah, aku menginginkan Engkau menyelamatkanku....
Tangisan pun tiba-tiba meledak, semua menangis menatap satu wajah yang teduh, air mata yang bagaikan buliran mutiara, siapakah dia?
Semua menangis dan mengatakan "Yaa Rasulullah rindu kami padamu, Yaa Rasulullah selamatkan kami"
Terperanjat aku mendengarnya, lalu ku lihat Rasulullah yang dahulu aku sering sebut namanya dalam sholatku dalam dzikirku....
Benarkah itu kekasih hatiku Wahai Rabb Penguasa hari akhir? Tatapannya yang sejuk, air matanya yang menetes karena gelisahnya akan nasib kami...
Ku ingat banyak sekali waktu yang ku buang sia-sia, aku kadang melupakan sunnahnya, aku juga jarang bershalawat kepadanya...
Apakah engkau bersedia menemuiku Yaa Rasulullah, sebentar saja....
Mengapa rindu ini baru kurasakan saat ini, mengapa baru aku tahu bahwa pertemuan dengan beliau sangatlah tentu, mengapa aku baru merasakan cinta dan kasih sayang dikala ku lihat beliau...
Jumpai aku Yaa Rasulullah hanya sebentar saja....
Jumpai aku yaa Rasulullah hanya sebentar saja....
Ini aku umatmu, ini aku umatmu...
akankah engkau mengakuiku wahai Rasulullah...
Aku merasakan kebodohanku ini, kebodohanku yang kulakukan dimasa lalu yang menjauhkanku dari mengingat Allah dan Rasulullah....
Beri aku kesempatan untuk menghapus air mata beliau, panas tidak lagi kurasakan hanya rindu..rindu...dan rindu ingin mendekati kekasih hatiku yang berabad-abad lamanya tidak pernah kujumpai...
Lalu seruan untuk kami menghisab amalan kami sudah berkumandang, aku berkata " Surga ataukah neraka?"
Meskipun begitu dalam hati aku berkata, "Jumpai aku Yaa Rasulullahh hanya sebentar saja...karena aku takut kemanakah aku menuju sedangku menginginkan perjumpaan denganmu"
Langganan:
Postingan (Atom)





