♥ Salam Ukhuwah Islamiyah ♥

♥ Salam Ukhuwah Islamiyah ♥♥ Salam Ukhuwah Islamiyah ♥♥ Salam Ukhuwah Islamiyah ♥♥ Salam Ukhuwah Islamiyah ♥

Minggu, 22 Mei 2016

Novel Di Atas Langit Cinta

Assalamu'alaikum...

Akhirnya aku kembali ke dunia persilatan tulis menulis #tepuktangansendiri...
Beberapa Tahun ini saya benar-benar tidak menyentuh alas tulis. Pasti para pembaca sangat heran kenapa saya off begitu lama. Hmmm... sadness memories mungkin kalimat itu yang bisa mewakili jawaban saya. Hidup akan terus berproses hingga saya mendapat dukungan kembali dari suami saya untuk melanjutkan cita-cita yang terbengkalai...

Muncul kembali di Tahun 2016  dengan sebuah buku yang tentunya belum familiar di dengar banyak orang, namanya baru terbit.

Awal mula menulis novel "Di Atas Langit Cinta" ini pada tahun 2012 silam, dengan berbekal rasa semangat dari seorang teman. Pertama saya memberi judul "I'm Rawiyah, I'm not Rabiah Al Adawiyah". Jelas sekali saya memberi nama pada tokoh utama adalah Rawiyah sesosok gadis remaja yang mencintai dunia kesufian terutama kepada sosok Rabiah Al Adawiyah. Sebenarnya ini cerita dalam hidup saya, tetapi saya menutup rapat-rapat beberapa privasi agar melindungi orang-orang yang terlibat dalam kehidupan saya. 

Rabiah Al Adawiyah adalah seorang wanita taat beribadah, tetapi karena cobaan kehidupan dan kemiskinan dia menjadi seorang pelayan sultan. Mungkin pembaca sekalian tahu jika di Arab terkenal dengan sebutan "Hamba Sahaya". Ya, Rabiah adalah seorang budak, tetapi dia tidak pernah berputus asa untuk menjaga keimanannya. Jika saya ingin mengungkap cerita beliau, saya harus pergi ke Bashrah dan melihat kisahnya secara nyata. Oleh sebab itu saya buat sebuah cerita mengenai seorang wanita yang begitu tertarik akan cinta yang Rabiah sampaikan lewat beberapa puisi. 

Jika anda membaca dan melihat blog ini pasti akan menyangka jika Rawiyah adalah saya pribadi. Tentu itu saya tetapi dengan cerita yang berbeda. 

Pada tanggal 5 Maret 2016, saya segera selesaikan novel yang berlarut-larut tenggelam dalam kesedihan saya. Pertama saya ingin mengirim buku ini ke penerbit besar seperti gramedia atau mizan. Mungkin saya tidak percaya diri, karena melihat kenyataan banyak sekali para penulis yang jauh lebih hebat dari saya. Saya belum bisa mengatakan diri saya penulis, saya penuh dengan keraguan atau bahasa kekiniannya adalah GALAU. Saya mencari penerbit yang lebih kepada self pubhlising, dan jangan tanya apa itu self pubhlishing (tanya mbah google saja). Mari kita ke topik semula mengenai Novel Di Atas Langit Cinta.

Saya memang tidak menarget diri saya untuk menjual secara banyak buku ini, karena ketika novel saya menjadi satu buku terbitan sungguh bahagianya diri ini. Melihat karya sendiri di patenkan dengan no isbn membuat saya bangga dan terus bercita-cita untuk membuat karya yang lain.

Novel Di Atas Langit Cinta akan menyuguhkan cerita cinta tapi tidak seperti kebanyakan cinta yang saya suguhkan jauh lebih tinggi dibandingkan cinta kepada manusia. Disini akan menjadi perjalanan panjang Rawiyah dalam meniti ketaatan terhadap Tuhan. Dia selalu berusaha untuk tidak mengenal sosok pria atau pacaran seperti orang pada umumnya. Dia jauh lebih tertarik mendalami apa itu cinta kepada Tuhan. Oleh sebab itu Rawiyah terjebak dalam kebuntuan diri sebagai seorang wanita. Dia pernah mencintai sosok yang bernama laki-laki tetapi hanya mampu memendaamnya karena ketaatan pada Tuhan. Kesedihan melanda dirinya ketika sang pujaan hati menikah dengan sahabat karibnya. Dia semakin memutuskan diri untuk mematahkan akalnya seperti yang Rabiah Al Adawiyah lakukan untuk tidak mencintai makhluk.

Heehee, semakin penasaran dengan cerita ini bukan? Ayo dapatkan segera novel ini....





Tidak ada komentar:

Posting Komentar